Rapat Koordinasi Sosialisasi Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau dan Darurat Karhutla Digelar di Kecamatan Teluk Sampit

Ujung Pandaran-Menjelang datangnya musim kemarau yang di perkirakan akan masuk di bulan juli 2026, pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotawaringin Timur, gelar Rapat sosialisasi menghadapi musim kemarau serta potensi darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Ruang Camat Kecamatan Teluk Sampit pada 23/04/2026.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala BPBD Kotim Multazam, seluruh unsur pemerintah Kecamatan Teluk Sampit, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kepala Desa Se Kecamatan, Tim pemadam kebakaran lahan dari PT, Simon Agro, Kapospol Teluk Sampit, Danposramil Teluk Sampit, aparat keamanan (linmas),BPP Teluk Sampit, Puskesmas Ujung Pandaran, serta pemangku kepentingan terkait sebagai langkah awal memperkuat kesiapsiagaan bersama guna mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk meminimalkan risiko bencana yang kerap terjadi saat curah hujan menurun.

Camat Teluk Sampit Rida Iswandi, S. Sos., M.I.P menyampaikan berdasarkan hasil rapat yang baru di selenggarakan bahwa musim kemarau berpotensi menimbulkan dampak luas, mulai dari kesulitan air bersih hingga gangguan terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan masyarakat.

“Koordinasi ini penting agar langkah antisipasi dapat dilakukan sejak dini, baik dalam hal penyediaan air bersih maupun pencegahan kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah rencana kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah rawan. Materi sosialisasi meliputi larangan membuka lahan dengan cara membakar, penggunaan air secara bijak, serta pentingnya deteksi dini terhadap potensi kebakaran.

Rida Iswandi juga menyampaikan Upaya lain yang disiapkan oleh Kecamatan Teluk Sampit dalam antisipasi penanggulangan Kebakaran lahan dan hutan antara lain peningkatan patroli di daerah rawan karhutla, pembentukan posko siaga, serta koordinasi lintas sektor dengan TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya.

Dengan adanya rapat koordinasi ini, diharapkan sosialisasi kepada masyarakat dapat berjalan optimal sehingga risiko bencana karhutla dan dampak kekeringan selama musim kemarau dapat diminimalisir.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *